inihari
Peristiwa

15 Kapal Sudah Lewati Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir

5 Apr 2026 1 mnt baca 4 sumber

Dalam 24 jam terakhir, 15 kapal telah melintasi Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Kapal-kapal tersebut meliputi dua kapal tanker yang mengangkut gas alam cair (LNG) Qatar, Rasheeda dan Al Daayen, yang awalnya berencana untuk melintasi selat tersebut menuju Pakistan. Namun, mereka kemudian berbalik arah dan berputar-putar di Teluk Persia dekat Oman.

Menurut data pelacakan kapal MarineTraffic, kapal-kapal tersebut bergerak dari Qatar menuju Selat Hormuz, tetapi kemudian berbalik arah sebelum mencapai selat tersebut. Data pelacakan kapal kemudian menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut mencantumkan Pakistan sebagai tujuan berikutnya, tetapi pergerakan terbaru mereka menunjukkan ketidakpastian apakah mereka akan melakukan upaya lain untuk melintasi selat tersebut.

Perubahan haluan terbaru ini terjadi karena lalu lintas melalui Selat Hormuz masih sangat terganggu akibat konflik regional yang sedang berlangsung antara AS, Israel, dan Iran. Perseteruan tersebut menyebabkan penurunan signifikan jumlah lalu lintas kapal di jalur maritim strategis yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia.

Selat Hormuz menjadi kunci bagi sebagian besar perdagangan minyak dan gas laut global. Setiap gangguan di jalur perairan penting itu memiliki implikasi langsung bagi pasar energi dan pelayaran regional. Saat ini, lalu lintas di Selat Hormuz dikendalikan oleh Iran, sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.

Pada Minggu lalu, Oman menyatakan telah mengadakan pembicaraan dengan Iran tentang opsi untuk membantu memastikan kelancaran pelayaran melalui jalur air tersebut di tengah ketegangan regional. Oman juga melaporkan telah bertemu dengan pihak Iran untuk membahas opsi-opsi guna "memastikan kelancaran arus transit" di jalur tersebut.

Hingga saat ini, stabilitas di Selat Hormuz tetap menjadi sorotan dunia, mengingat gangguan sekecil apa pun di jalur ini dapat berdampak sistemik pada rantai pasok energi global.

Dilaporkan oleh Media Indonesia, Antara News, CNN Ekonomi, Republika · 4 sumber