Anggota Komisi I Desak TNI Evaluasi Prajurit di Lebanon
Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I Desak Evaluasi dan Investigasi
Dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dalam misi perdamaian di Lebanon setelah terkena ranjau saat bertugas di wilayah konflik. Kematian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh prajurit TNI. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyampaikan belasungkawa yang amat dalam kepada keluarga korban dan menegaskan keselamatan prajurit harus diutamakan.
"Kami sangat amat sedih dan kami sangat menyampaikan belasungkawa yang amat dalam kepada keluarga korban dan juga kepada seluruh prajurit TNI," kata Dave di kompleks parlemen, Jakarta. Ia menilai semestinya sudah ada rotasi prajurit TNI yang bertugas di Lebanon untuk misi perdamaian tersebut, baik jumlahnya dikurangi atau pengubahan pola operasi.
Dave juga menegaskan bahwa keselamatan prajurit harus diutamakan dan memperjelas operasi yang tengah dijalankan. "Kembali kepada Mabes TNI dan juga Kementerian Pertahanan untuk memetakan ulang tugas-tugas dan operasi prajurit kita di Lebanon," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Tubagus Hasanuddin meminta TNI untuk mengevaluasi sistem keamanan dan prosedur operasional bagi seluruh prajurit Kontingen Garuda di wilayah konflik. Ia mengatakan evaluasi itu harus mencakup peninjauan terhadap posisi pos pantau kontingen TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian Perseritakan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
TNI juga perlu meningkatkan perlindungan fisik di pangkalan atau markas militer. "Masalah penarikan pasukan itu adalah wewenangnya daripada Mabes TNI itu sendiri. Jadi kita tunggu sikap dari Panglima, setelah mendapatkan informasi yang akurat," kata Dave.
Dengan demikian, Komisi I DPR RI menekankan pentingnya evaluasi dan investigasi untuk menjamin keselamatan prajurit TNI di Lebanon.