Akademisi NTB dukung pembatasan gawai pada anak
Paparan gawai berlebih pada anak kini memicu kekhawatiran serius terhadap kesehatan mental dan penurunan kemampuan interaksi sosial di Indonesia.
Akademisi Universitas Muhammadiyah Mataram Nusa Tenggara Barat, Dr. Syafril, mendukung penuh kebijakan pembatasan penggunaan gawai bagi anak-anak. Beliau menekankan bahwa peran aktif orang tua dalam membatasi durasi layar sangat krusial untuk mencegah dampak negatif teknologi digital sejak dini.
Langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan antara literasi digital dan perkembangan karakter agar anak tetap memiliki empati serta kemampuan komunikasi sosial yang kuat. Tanpa pengawasan ketat, kecanduan gawai berisiko menghambat pertumbuhan kognitif anak secara optimal.
Implementasi kebijakan ini diharapkan memicu kolaborasi erat antara pihak sekolah dan orang tua dalam menyusun aturan durasi layar yang efektif bagi anak.
Dilaporkan oleh Antara News · 1 sumber