inihari

Anak Dibatasi Akses Digital, Psikolog: Siapkan Alternatif di Dunia Nyata

Tahukah Anda bahwa 50 persen anak pengguna internet di Indonesia pernah terpapar konten seksual di media sosial?

Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Profesor Rose Mini Agoes Salim, menekankan pentingnya membatasi akses digital anak dengan pengawasan ketat dan tanpa memberikan akun pribadi. Orang tua diimbau menyiapkan alternatif kegiatan di dunia nyata, seperti permainan tradisional atau aktivitas fisik, untuk mengalihkan ketergantungan gawai pada Minggu, 29 Maret.

Anak-anak belum memiliki kemampuan regulasi diri untuk memahami dampak negatif dunia digital, sehingga pembatasan ini krusial meski memicu reaksi emosional seperti tantrum saat proses adaptasi. Langkah ini bertujuan melindungi mental anak dari paparan konten berbahaya sekaligus melatih kedisiplinan sejak dini.

Pendampingan aktif dari orang tua dan pendidik menjadi kunci utama agar teknologi tetap berfungsi sebagai sarana edukasi yang aman bagi perkembangan anak.

Dilaporkan oleh Media Indonesia · 1 sumber

Komentar