
Pakar: Pembatasan medsos anak butuh fasilitas ramah anak
Bisakah kita benar-benar menjauhkan anak-anak dari layar gawai tanpa memberikan mereka tempat bermain yang layak di dunia nyata?
Pakar Kebijakan Publik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Tobirin, menekankan bahwa kebijakan pembatasan media sosial bagi anak harus dibarengi penyediaan fasilitas ramah anak yang memadai. Ia menyoroti pentingnya pembangunan taman bermain, perpustakaan, dan ruang terbuka hijau sebagai alternatif kegiatan positif bagi anak di luar lingkungan digital.
Tanpa substitusi kegiatan fisik yang menarik, pembatasan digital berisiko gagal karena anak akan tetap mencari celah kembali ke layar demi hiburan. Fasilitas publik yang inklusif sangat krusial untuk menjaga keseimbangan kesehatan mental serta stimulasi motorik generasi muda.
Pemerintah daerah kini ditantang untuk segera mempercepat pengadaan infrastruktur ramah anak sebelum regulasi pembatasan media sosial resmi diberlakukan secara luas.
Dilaporkan oleh Antara News · 1 sumber